Angkot Gaib

0 1

ATRA – Mungkin kamu tidak akan percaya dgn kejadian yg menimpaku ini, kalo bukan kamu sendiri mengalaminya secara langsung. Seklai lagi percaya tidak percaya, terserah pada kamu yg membacanya.

Kejadian ini terjadi pd malam saat aku latihan futsal, aku sangat menyukai olahraga sepak bola tidak hanya sekedar menontonnya, tetapi juga memainkannya. Mangkanya ditengah kesibukanku pun aku selalu menyempatkan diri untuk futsal. Kebiasaaan ini sudah biasa aku lakukan saat lulus SMA dgn teman2 satu SMA ku, biasanya aku bermain di rental lapangan futsal di daerah Antapani, Bandung.

Namun sampai peristiwa ini terjadi 6 bulan lalu, aku merasa tidak tenang lg saat pulang bermain futsal. Seperti biasa kami menyudahi permainan kami pukul 12 malam. Setengah jam kemudian sekitar 12.30 malam setelah memberekan diri dan mengobrol-ngobrol kami pun bubar biasanya aku selalu pulang dgn Oky sahabatku. Karna memang rumah kami berdekatan, tp malam itu karna Oky ada urusan lain, aku di dropnya hanya sampai di simpang dago, Bandung.

Dari situ aku akan naik angkutan umum untuk sampai rumahku di ciroyom, kondisi simpang dago saat itu sudah sangat sepi, tak banyak mobil yg lalu lalang. Aku berdiri didekat pertigaan di sebuah apartemen dan menunggu angkutan umum, aku tahu pasti ada angkutan umum jurusan ciroyom yg melintas, tapi aku pesimis akan datang cepat angkutan umum tersebut.

Tapi tak berapa lama aku menunggu, samar2 saat aku melihat ke arah sebelah kiri ada sebuah angkot berwarna hijau dgn strip warna orange. “Aneh, perasaan aku tidak melihat angkot itu melewatiku.” tp aku tidak ambil pusing, aku senang karna ternyata ada angkot yg ngetem disitu.

Aku langsung mendekati angkot tersebut tanpa berfikir panjang, angkot itu terlihat gelap didalamnya, seperti tidak ada lampu. Kuperhatikan catnya sudah terlihat pudar, banyak goresan dan penyok di badannya. Ketika sudah dekat kulihat angkot tersebut hanya berisi 3 penumpang, tak ambil pusing aku langsung naik ke dalam angkot.

Awalnya aku pesimis kalau angkot tersebut langsung jalan, karna aku berfikir angkot tersebut masih lama ngetem disini. Ternyata aku terkejut, diluar dugaan supir angkot langsung tancap gas ketika aku duduk dan angkot pun berjalan.

Sponsored!

Walaupun gelap aku samar2 bisa melihat 3 penumpang lain saat itu, posisi tempat dudukku persis dibelakang supir. Sedangkan penumpang lain berada disebelah kiriku, aku bisa mengamati mereka secara langsung dgn satu tengokan dan bantuan pencahayaan dari jalanan. Ketiga penumpang tersebut semuanya dalah pria, yg paling dekat posisi duduknya dgn ku masih terlihat muda, sekitar 20tahunan.

Dua orang lainnya duduk bersebrangan di pojok angkot. Kutebak keduanya, berumur sekitar 40 tahun. Mereka hanya diam saja dan tidak bercakap-cakap, sikap mereka sangatlah janggal. Posisi duduk mereka pun sangatlah aneh, mereka duduk semua duduk tegap dgn tangan mereka diatas lutut dan kepala mereka menghadap lurus ke depan. Sekelebat kulihat wajah mereka aneh, exspresi mereka datar dan terlihat murung.

Aku bukannya hobi mengamati orang, tapi aku hanya merasa hal ini perlu dilakukan saat menaiki angkot tengah malam seperti ini. Dikepalaku saat itu, terbanyang berbagai cerita temanku tentang kejahatan diangkot yg makin sering terjadi.

Aku pun jadi lebih sigap dan memutuskan untuk mengamati 3 penumpang itu lagi, lamunanku buyar ketika aku merasa si pemuda yg ada di dekatku sadar kalo aku sedang memperhatikan dia, mata kami saling bertatapan. Aku langsung membuang muka dan mengalihkan perhatianku.

Kini yg jd perhatianku adalah laju angkot, ternyata angkot ini daritadi sangat lambat. Sepertinya tak sampai 40 KM/H dari tadi kami baru sampai di jalan turunan babakan siliwangi. Seolah bisa membaca yg ada dipikiranku, tiba2 supir angkot langsung menginjak gas dan menambah kecepatan. Ia terus menambah kecepatan angkotnya sehingga kami melaju semain kencang diturunan.

Aku melihat para penumpang lain, mereka sama sekali tidak menunjukkan reaksi apapun. Masih duduk tegap dan pandangan yg kaku. Berbeda sekali dgnku yang sangat panic saat itu, angkot melaju kencang diturunan jalanan siliwangi yang berbelok-belok. Jalanan memang terlihat kosong, tapi aku sangat kwatir kalo tiba2 ada kendaraan yg lewat. “pak pelan2 pak.” Kataku sambil sedikit berteriak. Tapi si supir angkot tidak menjawab dan tidak menurunkan kecepatannya. Aku mencodongkan badanku ke supir dan kembali berkata padanya. “punten pak jangan terlalu ngebut, ini turunan pak”

Angkot langsung mengerem mendadak, seketika itu juga terpelanting ke depan dan sekilas mencium bau amis dari si supir. Si supir langsung menengok ke arahku dan hah, astaga. Ya Tuhan, wajah supir angkot itu, wajah supir angkot itu hancur dan mukanya penuh dgn luka sayatan dan sisa2 pecahan kaca yg menempel pada mukanya, dahinya bocor dan mengalirkan darah ke seluruh mukanya, bola matanya hilang, menyisakan lubang besar hitam disebelah kiri wajahnya.

“Aaaaaaakk”, sepontan aku mundur dan terjatuh di lantai angkot, dan tiba2 ada beberpa tangan yg mencengkram pundakku dari belakang dan saat aku menengok. Hah, astaga, sekarang ketiga penumpang yg lain, wajahnya juga berubah menjadi hancur dan mereka berusaha menahanku. Bahkan si pemuda itu berusaha menahan tasku dgn erat dgn kedua tangannya.

Sekarang aku melihat supir angkot itu sedang berusaha memanjat dari kursi supir untuk datang ke arahku. Aku langsung berontak dgn sangat keras, kukerahkan semua tenagaku dgn memukul dan menendang liar sambil terus berteriak minta tolong. “Toloong… Toloong, lepasin. Toloong.”

Lama kelamaan cengkraman mereka pun melemah dan aku berhasil melepaskan diri dan langsung merangkak jauh dari mereka. Aku tidak perlu berfikir bagaimana keluar dr angkot itu, karna pintu keluar dari angkot itu ada persis didepan angkotku.

Sponsored!

Aku langsung keluar dan melompat dari angkot dan terjatuh, jatuh terjerembab ke jalanan. Aku mendarat di aspal dgn posisi tengkurap, jatuhku tidak terlalu keras tapi lumayan sakit. Sehingga aku bisa merasakan beberapa memar di tangan dan kakiku.

Kebetulan seorang pengendara motor yg sedang lewat dr arah berlawanan melihatku terjatuh, “Astagfirullahaladzim” sambil memberhentikan motor. Seorang bapak2 berlari dan langsung membantuku bangun. “Hah, awas pak itu angkotnya pak ada setan.” Kataku gelagapan karna terengah-engah. “Angkot? Mas gak ada angkot mas” aku pun menoleh dan melihat udara kosong. Angkot yg beberapa detik lalu yg membuatku celaka, kini telah hilang.

“Justru sy yg mau nanya sama mas, sy td melihat dari kejauhan melihat masnya melayang begitu saja.” “Hah, melayang?” Ucapku bingung. “iiya mas melayang, sy takut banget melihatnya, dikira masnya yg hantunya. Tapi tadi mas terjatuh dan berteriak, mangkanya sy berhenti.”

Aku makin ketakutan, bulu kudukku merinding, setelah aku yakin bapak itu tidak berniat jahat. Dan aku menenangan diriku dan duduk dipinggir jalan bersama bapak itu. Sepanjang jalan aku menceritakan kejadian di angkot itu kepadanya. Ia mendengarkan sambil berulang kali mengucapkan kalimat istigfar.

Keesokan harinya, aku menceritakan kejadian ini kpd teman2ku. Mereka pun sulit mencari penjelasan tentang kejadian yg di alamiku ini. Salah seorang temanku berpendapat, mungkin saja itu arwah2 penasaran dr korban lalu lintas disana dan mungkin saja mereka tewas karna si supir angkot tersebut bertindak ugal-ugalan. Dari detik itu aku tidak berani lagi naik angkot jurusan itu sendirian di tengah malam. Aku takut kejadian itu terulang kembali.

END.

Pengalama tadi bisa terjadi oleh siapa saja, berhati hatilah kalian dan selalu waspada apabila kamu akan bepergian ditengah malam. Ini bukanlah cerita pertama yg penulis pernah dengar, sebelumnya sudah ada tiga kejadian yg kurang lebih sama persis diceritakan oleh penulis.

Punya pengalaman yg serupa atau mungkin pengalaman bersinggungan dgn mahluk gaib lainnya? kami tunggu cerita seram kamu di ATRA VALAK kirim cerita kamu ke redaksi@atra.me

Sampai jumpa di tulisan selanjutnya untuk kamu pembaca setia di ATRA. Jangan lupa banyak cerita dari ATRA VALAK yg lebih seram lagi.

Ingat banyak mitos yg berkembang di masyarakat tentang mahluk gaib. Mana yg benar dan mana yg omong kosong, kadang kala tidak dapat dibedakan. Satu pesan penulis berhati-hatilah terhadap suatu tindakan yg akan kamu lakukan dan hargai apapun yg ada disekeliling kamu dan ingat jangan pernah membaca cerita ATRA VALAK sendirian atau kamu akan merasakan kehadirannya di sekitar kamu.

Sponsored!

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More