ATRA – Jam menunjukkan pukul 16.00, saat itu pekerjaan aku belum terselesaikan sepenuhnya, sementara bos aku meminta untuk menyelesaikan pekerjaan dan melaporkannya besok pagi. Hingga akhirnya sore berganti malam, aku lembur seorang diri di kantor, ketika sedang fokus – fokusnya bekerja sekilas aku melihat banyangan seseorang yang sedang melewat dari arah kejauhan, terkejut aku terheran-heran.

Sebut saja namanya Anais, teman kantor yang satu shif denganku hari ini, Anais memang pulang terlebih dahulu sebelum jam empat sore tadi, dia sudah merapihkan meja bekerjanya. Anais tadinya yang akan menemaniku lembur hari ini, tapi selidik punya selidik ternyata Anais sedang kurang sehat, jadi pekerjaannya yang seharusnya dia kerjakan tidak dia kerjakan. Alhasil aku sendiri yang lembur malam ini demi menuntaskan pekerjaanku yang belum selesai.

Perkenalkan namaku Darwin, aku bekerja di salah satu perusahaan ternama di  Kota Bandung, aku sudah hampir dua tahun lamanya bekerja di perusahaan yang terletak di jalan Cihampelas Bandung. Awal bekerja suasana perusahaan ini memang biasa saja, tidak ada yang aneh, termasuk di ruangan dimana biasa aku bekerja. Hingga akhirnya kejadian mengerikan itu terjadi dan membuat aku trauma.

Tiba – tiba dering telfonku membuatku terbangun di pagi hari, tawa candamu menghibur saatku sendiri berbunyi,  setelah aku angkat itu dari temanku yang menanyakan sedang dimana, mau bertemu di cafe mana? Hah, ternyata aku lupa sudah membuat janji dengan temanku, sebut saja namanya Gumball. Iya, aku lupa bertemu dengan Gumball untuk berdiskusi tentang bisnis yang akan dia rintis. Aku terdiam dalam telfonku dan tidak berkata apa-apa, hingga aku berkata dan memutuskan untuk mengundur pertemuan antara aku dan Gumball.

Jam sudah menunjukkan pukul 23.00, aku sudah mulai lelah dan mengantuk, disitu aku berusaha menahan diriku hingga pukul 24.00. Satu jam saja amat sangat lama bagiku apalagi dalam kondisi kelelahan bekerja seperti sekarang ini. Untuk mengakali agar tidak mengantuk aku beranjak dari kursi tempat dimana aku bekerja lalu berjalan menuju pantry untuk membuat kopi.

Dalam perjalanan ke arah pantry, aku melihat sekelebat banyangan merah yang masuk dan mengarah ke ruangan bosku. Awalnya aku mengira hal tersebut adalah halusinasi aku saja karena aku kelelahan setelah bekerja seharian full. Singkat cerita kopi sudah aku buat dan aku berjalan kembali ke meja dimana aku bekerja, dan betapa terkejut aku, aku melihat bayangan merah itu untuk kedua kalinya dan kali ini bayangan merah itu mengarah keluar dari ruangan bosku menuju ruangan bekerja para karyawan.

Dalam diam, aku terdiam dan badanku rasanya kaku tidak bisa digerakkan. Aku mencoba menyakinkan diriku bahwa itu hanya halusinasi saja, mencoba untuk tenang dan kembali melanjutkan pekerjaan yang belum terselesaikan.

Betapa terkejut, aku terheran-heran. Aku yakin tadi aku meninggalkan mejaku dalam kondisi komputer menyala dan tidak meminimize-kan apalagi di close tampilan program kerjaku. Setelah aku kembali komputer masih dalam keadaan menyala, tapi dengan kondisi sedang membuka permainan kartu remi. Hah, ini mustahil, semustahil aku bisa mendapatkan cintamu yang dari dulu gak peka-peka aku lagi-lagi terdiam dalam diam dan memikirkan bagaimana ini bisa terjadi, aku yakin aku tadi tidak membuka permainan kartu remi di komputerku.

Kejanggalan kembali muncul ketika kursi dari meja terdepanku berputar dengan sendirinya, semakin aku melihat ke arah kursi itu, kursinya semakin berputar lebih cepat. Sontak saja, saat itu aku terkejut dan terheran-heran, aku berusaha menenangkan pikiranku dan berusaha tidak panik. Aku berusaha menelfon satpam yang jaga malam pada saat itu, tapi telfonku tidak diangkat-angkat oleh satpam. Disitu aku mulai panik, aku tidak tau harus berbuat apa.

Setelah kurang lebih lima menit aku termobang-ambing dalam kegelisahan dan kepanikan yang seperti menyerupai sikap dingin kamu ke aku aku alami, akhirnya aku memberanikan diri untuk beranjak dari kursiku dan berusaha berjalan pelan ke arah pintu keluar, ruagan kerjaku ini memang bentuknya persegi yang memanjang ke belakang, sehingga susunan meja untuk bekerja karyawan hanya ada empat baris kesamping dan tujuh baris kebelakang dan posisi mejaku memang berada di jajaran belakang, tepatnya meja ke enam dari depan sehingga aku harus melewati meja-meja lainnya didepanku untuk bisa keluar ruangan itu, dan yang sudah aku katakan tadi meja terdepanku kursinya berputar-putar sendiri.

Aku memberanikan diri untuk berjalan keluar dari ruangan tersebut, dan setelah berusaha jalan keluar, untuk ketiga kalinya aku terkejut dan terheran-heran, kaget bukan kepalang, aku melihat sosok merah yang sedang duduk di kursi dari meja nomor dua. Hah, sontak aku reflek ketakutan dan berteriak sekencang-kencangnya, tidak lupa juga berlari dan pergi meninggalkan ruangan kerjaku untuk keluar gedung dan menemui satpam yang bertugas malam itu.

Setelah bertemu dengan satpam, aku menceritakan semua kejadian yang aku alami saat aku lembur tadi. Dan satpam bilang, hal tersebut memang sering terjadi dan bukan aku saja yang mengalaminya, ada banyak karyawan yang sudah diganggu oleh bayangan merah itu dan akhirnya memutuskan untuk keluar dari pekerjaan karena tidak tahan dengan gangguan yang dilakukan mahluk merah tersebut.

Menurut penuturan satpam yang sudah bekerja selama 11 tahun di perusahaan dimana aku bekerja ini, dulu ada karyawan pria yang mau melamar di perusahaan ini, tapi pria tersebut ditolak dan tidak diterima bekerja di perusahaan ini, penolakannya entah karena apa, satpam tidak mengetahuinya. Mungkin pria tersebut kesal dia tidak bisa diterima di perusahaan ini, akhirnya pria tersebut bunuh diri dari lantai 3 terjun ke bawah, hingga nyawanya tidak dapat terselamatkan lagi, lantai 3 dimana ruangan karyawan berada. Kebetulan yang jaga pada saat kejadian naas itu satpam yang sekarang sedang jaga malam ini, menurut penuturannya ketika bunuh diri pria tersebut memakai baju serba putih, dan ketika terjun dan terjatuh ke tanah darah dari pria tersebut keluar sangat banyak dan membasahi baju putihnya. Mungkin itulah mengapa sosok bayangan yang aku temui tadi berwarna merah.

Dan yang masih aku pertanyakan tentang kejadian ini, mengapa aku baru diganggu setelah aku sudah bekerja dua tahun lamanya dan aku bukan kali ini saja lembur hingga tengah malam, sudah berkali-kali lembur hingga larut malam tapi baru lembur kali ini aku diganggu bayangan merah itu.

Tunggu, ada yang janggal dengan nama-nama yang aku cantumkan dalam cerita ini, apakah aku tadi memperkenalkan dengan nama Darwin? Apakah teman yang satu shif denganku bernama Anais? Dan menyebutkan nama temanku dengan nama Gumball? Jangan-jangan aku, Anais dan Gumball sama-sama dari keluarga Watterson? Apakah kita satu keluarga? Tunggu, ini cerita Amazing World Of Gumball atau cerita Amazing World Of Ghost?

Ah, sudahlah.
Aku akhiri sampai disini.

Artikel ini sudah tayang sebelumnya di SUNDO ID

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here