Deru Kereta Mengantarkan Aku Kepada Rindu

0 1

ATRA – Kereta api bukan hanya rangkaian besi yang saling menyambung antara gerbong satu dengan gerbong lainnya, melainkan sudah menjadi suatu entitas berharga dan penuh makna bagi setiap orang yang menggunakannya.

Peran kereta api memang sudah menjadi suatu “ritual yang sakral” setiap tahun yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat di Indonesia. “Ritual yang Sakral” tersebut dapat ditemui terutama masyarakat di pulau Jawa dan Sumatra, masyarakat di kedua pulau ini jika mendekati lebaran, memanfaatkan moda transportasi kereta api untuk bisa mudik ke kampung halamannya, dilihat dari padatnya stasiun-stasiun yang ada di setiap kota.

Berbicara soal kereta api, pada zaman nya dulu di tahun 2010 ke bawah, kereta api belum seenak dan senyaman seperti sekarang ini. Sebagai generasi kekinian, saya memang belum pernah merasakan menaiki kereta api yang dimana setiap gerbong dipenuhi dan disesaki bahkan ada yang rela mempertaruhkan nyawa duduk diatas gerbong.

Pertama kali saya menaiki kereta api memang di periode pada saat pelayanan Kereta Api sudah berubah total dan saat perusahaan milik negara tersebut berbenah memperbaiki diri, hingga sampai saat ini setiap kali menaiki kereta api selalu meninggalkan ingatan yang membekas di setiap perjalanan.

Mungkin orang-orang yang merasakan naik kereta api pada zaman dulu kala bisa dibilang kurang mengenakkan, karna pada dulu kala pelayanan kereta api belum seenak dan senyaman seperti sekarang. Tapi mungkin kereta api dengan kesesakan dan dipenuhi penumpang bisa saja meninggalkan sejuta kisah yang membekas di banyak pengguna pada saat itu, melihat pada saat ini pelayanan Kereta Api sudah High Quality Service.

Di era sekarang yang sudah modern, naik kereta api sudah tertib dan teratur, penerapan sistem pembelin tiket yang sudah online mempermudah pengguna ketika ingin memesan tiket kereta api.

Bagi saya mahasiswa perantau, kereradaan kereta api memang sangat membantu ketika saat ingin pulang ke kota asal, terutama kereta api jarak jauh kelas ekonomi alias KAJJ ekonomi. KAJJ kelas ekonomi merupakan solusi irit bagi mahasiswa perantau seperti saya ini, dengan harga di bawah 100 ribu sudah bisa mengantarkan saya pulang ke kota asal saya.

Sponsored!

Pertama kali ke kota perantauan naik kereta, mau balik ke kota asal naik kereta, mau balik ke perantauan naik Kereta, mau jalan-jalan sekitar pulau Jawa pakai kereta. Kereta api memang sudah menjadi bagian dari hati sebagian orang, tiupan pluit ketika kereta berangkat menjadi ciri khas yang paling dirindukan saat menaiki kereta api.

Pada hari itu saya sudah memesan KAJJ Kahuripan kelas ekonomi yang berhenti di stasiun purwosari tujuan stasiun kiaracondong, semenjak itulah saya memutuskan kereta api adalah bagian dari hati saya dan menjadi andalan saat ingin pulang, kembali dan saat jalan-jalan.

Perjalanan kala itu ketika matahari perlahan mulai tenggelam, dimana masih menyisakan sinar kekuningan yang menembus ke jendela kereta, melengkapi perjalanan malam saya meuju ke kota asal saya. Salah satu hal yang menarik dari kereta api adalah beragam rupa kehidupan di dalam gerbong kereta ekonomi mulai dari berbagai macam orang dari seluruh lapisan masyarakat, mereka punya keunikan dan tujuan masing-masing.

Kadang ya, ada saja hal yang tidak mengenakkan dalam kereta api, yaitu bertemu lagi dengan mantan pacar yang sudah 4 tahun lamanya tidak bertemu. Kereta ekonomi SS Lodaya pada saat itu menjadi saksi bisu perjumpaan dengan mantan. Oleh karna itu saya trauma menggunakan kereta ekonomi SS Lodaya, lebih baik mahal sedikit dan menggunakan kelas Eksekutif atau yang lebih murah sekalian menggunakan kereta ekonomi biasa.

Di setiap pemberhentian kereta api merupakan stasiun tempat dimana semua orang naik dan turun menuju tujuan masing-masing, tapi menurut saya stasiun kereta api bukan hanya berfungsi naik turun penumpang, melainkan tempat dimana saya bisa bertemu dan melepas rindu, dan pertama kali patah hati yang paling berkesan. Karna pada saat masa itu saya selalu mengantarkan dan melambaikan tangan ke pasangan tepat digerbang masuk peron stasiun.

Stasiun kereta api juga mengajarkan saya agar bisa lebih tegar menghadapi kenyataan bahwa perpisahan itu pasti terjadi, dan di stasiun pula perpisahan perjalanan kisah kasihku berakhir dengan sang kekasih.

Pemandangan perpisahan pun lumrah terjadi ketika saya menunggu di ruang tunggu stasiun, perpisahan antara keluarga dan atau setiap pasangan. Sebenarnya ngilu setiap kali melihat kesungguhan dan kesedihan dari orang-orang yang pada akhirnya harus terpisahkan jarak di stasiun kereta api. Tapi juga secara diam-diam saya ikut bahagia melihat sanak saudara bertemu kembali atau sepasang kekasih yang akhirnya bertemu di stasiun setelah sekian lama berpisah.

Pada akhirnya, kereta api sudah bukan hanya sekadar moda transportasi massal. Kereta api adalah pelantara untuk mempemersatukan dua hati yang sedang merindu, perpisahan hati yang tak ingin terpisahkan, tempat di mana semua harapan, juga tempat berkumpulnya kenangan yang telah lama terkubur selama bertahun-tahun dan meminta kembali di bangkitkan.

Kereta api merupakan bagian tak mungkin terpisahkan dari kehidupan masyarakat, kehidupan semua lapisan masyarakat. Kereta api akan selalu menjadi kesan dan pesan dan melahirkan cerita tersendiri bagi siapa pun yang menggunakannya. Kereta api bukan hanya rangkaian besi yang saling menyambung antara gerbong satu dengan gerbong lainnya, melainkan sudah menjadi suatu entitas berharga dan penuh makna bagi setiap orang yang menggunakannya.

 

 

 

Sponsored!

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More