Kau dan Cerita Rasa Kopi Minangkabau

0 11

ATRA – Membahas tentang kopi memang tidak ada habisnya, selalu saja terngiang cerita dibalik kenikmatannya. Sederetan kopi lokal pun seolah-olah berlomba menyuguhkan kopi yang mampu meninggalkan suasana yang nyaman bagi para pecintanya, membuat siapa saja melambung dalam kenikmatan secangkir kopi.

Kopi kawa, kopi lokal yang terbuat dari Aia kawa daun asli Sumatera Barat inilah yang sangat membedakan dari kebanyakan kopi lainnya, yang memaksa saya untuk datang dan merasakan seduhan kopi yang terbuat dari Aia kawa daun kopi ini. Menurut penuturan warga saat aku di Sumatera Barat, ini ada kaitannya dengan zaman Belanda di Indonesia dulu. Hhmmm tapi bisa aku simpulkan, dibalik kejamnya penjajah Belanda terhadap penduduk pribumi, bukan hanya meninggalkan luka dan duka, tapi juga meninggalkan warisan kuliner terbaik dari yang pernah ada.

Tak pernah membayangkan sebelumnya, bisa menyeruput kopi kawa ditemani suasana mentari pagi, melihat perahu layar melaju dan burung-burung putih terbang menjauh, bagaikan pohon bertunaskan cerita kenikmatan yang bisa aku petik dan aku simpan untuk kubagikan kenikmatan kopi lokal asli Indonesia. Bagi para pecinta kopi, tidak syah rasanya saat berkunjung ke Sumatera Barat jika belum mencoba kopi kawa, dengan rasa mirip seperti teh hijau dan sedikit pahit. Cara penyajian yang unik pula menambah keistimewaan kopi kawa ini, disajikan dengan tempurung kelapa sebagai pengganti gelas dan di beri alas potongan bambu agar stabil saat diletakkan dimeja.

Ini merupakan kenikmatan rasa kopi yang benar-benar berbeda dan rasa yang khas dilidah, sebagian orang akan percaya jika sudah menikmati sendiri kenikmatan kopi kawa ini. Kopi yang paling enak diminum dalam keadaan panas ini dipercaya pula oleh masyarakat sekitar bisa menyegarkan badan dan banyak khasiatnya. Belum ada uji dan bukti terhadap itu semua, tapi menurutku apapun itu jika diolah dengan baik dan benar akan menimbulkan efek positif pula terhadap tubuh. Banyak perpaduan menu untuk kopi kawa ini, yang pernah aku coba ialah kopi kawa dengan campur susu dan kopi kawa original. Dan untuk menambah kenikmatan banyak suguhan panganan yang aku temui, seperti bika, gorengan, ketan bakar untuk menemani secangkir kopi kawa ini.

 

Sponsored!

Rasa dan kenikmatan yang paling berkesan, sejarah dan keistimewaan warisan kulinernya menjadikan suatu kenangan yang telah menjadi kearifan lokal dan ciri khas kopi tradisional asal minangkabau, Sumatera Barat. Ini mungkin terkesan berlebih, tapi ini nyata adanya kenikmatan disetiap seruputan kopi kawa meninggalkan kerinduan kepada siapa saja saat di perjalanan pulang. Ini akan menjadi sebuah perjalanan mengesankan dan budaya ngopi kopi tradisional.

Kita sebagai bagian dari kekayaan dan keragaman hal di Indonesia, sepantasnya kita berbangga hati. Sejuta kenikmatan dari warisan kuliner Indonesia yang mampu meninggalkan kesan dilidah dan tak pernah bosan untuk terus menikmatinya.

Artikel ini sudah tayang sebelumnya di SUNDO ID

Sponsored!

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More