Kebun Angker di Depan Rumah

0 1

ATRA – Ada orang yg bilang keberadaan mahluk halus itu hanya sugesti dr kita saja sebenarnya sosok yg kita lihat sbg kuntilanak pocong atau bahkan genderuwo yg tinggi besar itu adalah bayang2 hasil pemikiran kita apakah benar atau bahkan sebaliknya apakah mahluk halus itu memang seprti itu bentuknya tapi terlepas dari itu aku memang salah satu orang yg tidak percaya dengan yg namanya hantu. Hingga aku mengalaminya sendiri.

Sebenarnya sudah berpuluh-puluh tahun aku tinggal dirumah itu sejak aku lahir sampai sekarang. Komplek perumahan itu menjadi saksi aku besar dan tumbuh didepan rumahku ada sebidang tanah kosong tidak pernah ada yg mengisi hanya ada kebun yg berantakan dan gelap dgn beberapa pohon pisang dan beberapa pohon lainnya yg tidak aku kenali.dari kecil smpai sekarang aku tidak berani melangkah ke kebun depan rumahku itu, aku cuma biasa melihatnya dari jauh tapi karna sudah terbiasa, akhirnya aku tidak lagi menggubris kebun di depan rumahku itu, lagi pula menurut tetanggaku dikebun itu banyak ular.

Hingga suatu hari aku harus menginjakkan kaki ke kebun itu.  ya, tanpa sengaja keponakanku yg sedang bermain bola menendang bolanya dan bolanya masuk ke dalam sana. Rintangan yg harus aku hadapi untuk masuk ke kebun itu adalah pagar yg cukup lumayan tinggi menjulang, kebun ini sangat gelap, pohonnya terlalu banyak dan terlalu rimbun tapi aku masih melihat dengan jelas dimana bola yg masuk ke dalam kebun ini letaknya tidak jauh, seprtinya aku bisa melihat bola itu berada bersebelahan dgn sebuah batu besar. Aku berjalan dengan perlahan dan aku mengambil bola dan hah, apa itu. Ada bunyi begemerisik di semak2, seperti suara binatang pengerat.

Aku segera bergegas mundur dan keluar namun baru saja aku menaiki besi panjang yg menjadi pijakan aku tadi sayup2 aku mendengar, suara tawa cekikikan dari arah belakangku. Aku sempat terdiam, aku tidak mau melihat kebelakang karna suaranya sangat jelas terdengar olehku dan aku segera memanjat dan melemparkan bola kpd sepupuku.

Singkat cerita malam itu aku tidak bisa tidur, badanku gatal semua. Alhasil ibuku menaburi bedak anti gatal dan dingin dan itu membuat aku tenang lalu tanpa sadar aku pun terlelap. Entah berapa lama aku tidur tiba2 suara jendelaku yg berderik2 tertiup angin kencang membangunkanku, aku berjalan sempoyongan dan aku menutup jendela, mataku setengah menutup karna mataku masih mengantuk aku menutup jendela dgn cep[at dan, hah, astaga pandanganku tiba2 saja tertuju pada kebun gelap dikebun rumahu itu mataku yg mengantuk kini terbelalak lebar aku mencoba mengucek mataku tapi itu masih jelas terlihat sangat jelas, padahal aku melihatnya dari lantai 2 rumahku.

Pemandangan yg sangat mengerikan dikebun gelap itu terlihat sesosok perempuan yg sedang berdiri, tidak, tidak. Dia tidak berdiri tapi dia berjalan, rambutnya panjang menjuntai dan kepalanya seperti tidak punya tulang leher, dia berjalan pelan dan karna penasaran aku terus memperhatiakannya dari jendela sesekali dia tertawa cekikikan dgn kepala yg berputar-putar.

Dia seperti memakai daster compang camping terus berjalan sehingga tepat berada di depan gerbang pagar kebun, lalu ia memanjat dan ya Tuhan, dr cara memanjatnya pun sebenarnya aku sudah tau bahwa dia, dia bukan manusia. Dia bukan memanjat, melainkan dia merangkak kaku menaiki pagar seperti laba2 yg melintasi penghalang.

Sponsored!

Dia terus merangkak dan sekarang dia tepat berada di luar kebun dia tiba2 terdiam sambil tertawa2 tidak jelas dan kepalanya bergerak ke kiri dan ke kanan aku terus memandanginya dr atas menyeramkan sekaligus penasaran.

Sosok itu terus berjalan, dia berjalan, berjalan dan astaga, astaga. Mahluk itu berjalan kearah rumahku, jantungku berdebar dia seperti melayang hingga didepan gerabng rumahku sosok itu diam seperti tidak berani masu ke dalam tapi tiba2 pagar rumahku terbuka sendiri.

Aku masih memandanginya dari atas ketika aku melihat wanita itu. Astaga ya Tuhan, dia menatapku, dia menatapku dan perlahan berjalan masuk ke dalam garasi mobilku dan aku segera berlari mengunci jendela dan pintu kamarku dan langsung loncat ke kasur untuk menutupi badanku dengan selimut. Hah, astaga jantungku semakin berdebar, keringat dingin pun mulai mengucur, sayup2 terdengar seperti suara pintu dapur bawah terbuka.

Aku semakin ketakutan ditambah dengan suara decit kaki yg berjalan di lantai lalu astaga itu kan, kini aku mendengar langkahnya di tangga kayu dan hah, lampu di kamarku tiba2 saja mati aku hanya bisa terdiam di dalam selimut, lalu. Hah, pintu itu bergerak2 sendiri aku bisa tau haya dengan mendengarnya, dadaku berdegup kencang dan suara tawa2 cekikikan itu semakin terdengar dikamarku.

Aku terus berdoa didalam seelimut, aku terus menjerit ketakutan didalam selimut dan … Aaaaaaaakk .. dan sesaat semua hening. Tiba2 aku mendengar seorang membuka daun pintu kamarku lalu ada suara langkah kaki. Aku kenal suara langkah kaki itu, itu ibu akupun langsung menendang selimut dan langsung memeluk ibu tapi sepertinya ada yg berbeda dari pelukan ibu aku merasa ini bukan ibu.

Aku mencoba melepaskan pelukan ini, lalu apa yg au lihat ternyata, ternya sesosok wanita yg aku lihat di kebun tadi … Aaaaaaakk … aku teriak sekencang-kencangnya dan tidak sadarkan diri. Hingga aku tersadar dan aku melihat disekelilingku ada ibu, saat itu juga ibu menenangkanku.

Aku bercerita semua kejadian yg aku alami pada malam itu, dan ibu berkata bahwa kebun itu memang angker dan tidak pernah ada yg memasukinya, batu besar yg ada didalamnya itu adalah tanda nisan dari kuburan seorang wanita yg mati bunuh diri pada masa lalu.

Menurut ibu dulu kebun itu memang rumah, tapi karna penghuninya mati bunuh diri, rumah itu dirobohkan warga karna tidak ada yg menghuni karna sudah lama terbengkalai akhirnya banyak ditumbuhi pepohonan yg rindang dan akhirnya di pasang pagar menjulang tinggi oleh warga, tujuannya agar tidak ada orang yg memasuki kebun itu.

END.

Sponsored!

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More