The Legend of Warung Aa Burjo

0 17

ATRA – Lagi lapar, eh yang deket dan murah cuma warung aa Burjo. Kesetiaan warung aa Burjo memang sangat menolong para mahasiswa berkantong tipis untuk bisa merasakan kenyang dan melepas dahaga. Bukan perkara kenyang dan dahaga saja , tidakkah mahasiswa menyadari kesetian yang diberikan warung aa Burjo membuat para mahasiswa berkantong tipis bahagia?

Warung aa Burjo ini memang sudah amat sangat tekenal di kalangan mahasiswa, bahkan melebihi keterkenalan itu sendiri. Entah dari kapan warung aa Burjo ini berdiri, asal muasal terbentuknya warung aa Burjo ini masih menyisakan misteri yang sukar untuk dijelaskan atau mungkin terbentuknya warung aa Burjo dipengaruhi oleh ke-empat elemen, yaitu api, angin, air dan darat, sehingga terbentuklah warung aa Burjo?

Setiap kali saya berkunjung ke kosan teman sekampus saya, ketika dia sedang lapar-laparnya, dia dengan semangatnya mengajak saya ke warung aa Burjo untuk nemenin makan katanya. Ini sukar dijelaskan, ke-terkenal-an warung aa Burjo sudah mendarah daging di kalangan mahasiswa. Sebenarnya banyak pilihan warung aa Burjo di daerah kampus saya, tapi entah memang semua memunyai julukan yang sama atau semua warung aa Burjo mempunyai masakan yang sama dan berasal dari daerah yang sama, entah tapi para mahasiswa menyebutnya warung aa Burjo.

Dengan perkembangan zaman yang semakin ber-zaman ini, tren untuk makan di warung aa Burjo adalah tren yang mengenakkan, enak makan murah lalu kenyang, pulang puas dan tanpa menguras isi tas. Pagi itu ketika serangan fajar menyerang di pagi buta, warung aa Burjo menjadi pilihan tercepat untuk mengisi perut saat berangkat ke kampus daripada telat kena omelan dosen yang kurang bermanfaat. Hampir setiap serangan fajar mengetuk perut di pagi hari memang setiap saat  itu juga dipastikan tidak pernah absen ke warung aa Burjo, iya sekali lagi ini bagi mahasiswa berkantong tipis, mau tidak mau warung aa Burjo menjadi satu-satunya pilihan, walaupun banyak pilihan warung aa Burjo lainnya di daerah kampus.

Menurut penelusuran intelejen Media Muda, dilihat dari namanya, Burjo itu memiliki singkatan yang berarti “Bubur Kacang Ijo” tapi seiring perkembangan zaman yang semakin ber-zaman ini warung aa Burjo tidak hanya menjual bubur kacang ijo saja, tetapi makanan dengan lauk lainnya yang beragam. Kalo ngomongin ciri khas warung aa Burjo, ada ciri khasnya ialah makanan instan tapi warung aa Burjo tidak menyediakan jodoh yang instan ya, iya apalagi kalo bukan mie instan, baik kuah, goreng, sangrai (itu lho, yang dimasak menggunakan tanah dan tanpa minyak) eh gak ada deng ya mie instan sangrai

Terlebih saya yakin banyak mahasiswa penggemar BlackPink mie instan lover, menjadikan warung aa Burjo mengkukuhkan menjadi warung makan di puncak rantai tertinggi untuk menumpas serangan lapar bagi para mahasiswa. Tapi dikalangan mahasiswa penggemar mie instan lover itu menurut menelusuran intelejen media muda dibagi dalam beberapa kesukaan mie, artinya mereka mahasiswa yang menyukai mie indomie menyebut diri mereka sebagai “Agama Indomie” sedangkan dengan mahasiswa yang vanatik dengan mie sedaap menamai diri mereka sebagai “Agama Sedaap” ada juga kalangan mahasiswa minoritas yang menyukai Sarimie dan menamai diri sebagai mahasiswa “Agama Sarimie” tapi menurut saya yang paling terkenal dari telkenalnya mie-mie adalah indomie. Apalagi mereka mengeluarkan produk indomie “Premium Collection” seperti rasa “Salted Egg” ah nikmat banget itu indomie Salted Egg Premium Collection

Kesetiaan warung aa Burjo sulit diungkapkan oleh kata-kata seperti saya yang sulit ungkapkan kata cinta ke kamu bagaimana tidak, ketika kamu mendadak mendapatkan serangan lapar di malam hari, alternatif warung yang masih buka adalah warung aa Burjo. Sungguh sangat layak diberi penghargaan “Pahlawan Makanan” bagi mahasiswa yang dibantu dengan keberadaan warung aa Burjo. Menurut penelusuran intelejen Media Muda, permasalahan terbesar yang dihadapi warung aa Burjo adalah ketika mahasiswa yang makan bukannya membayar dengan uang malah membayar dengan mengucapkan “bon dulu a” disitulah hati para aa penjaga warung Burjo hancur berantakan, sakit.

Sponsored!

Mau menolak, melihat mahasiswa kelaparan saja aa penjaga warung Burjonya tidak tega, memang dasarnya mungkin baik ya, jadi bisa memberikan bon makanan ke mahasiswa. Tapi seperti penelusuran intelejen Media Muda, hal tersebut dipastikan hanya segelintir mahasiswa saja yang seperti itu, dan bukan keseluruhan mahasiswa. Syukur deh, kalo mahasiswa seperti itu semua kan, barang kali warung aa Burjo sudah pada tutup, karna yang dia terima bukan uang melainkan muka-muka melas mahasiwa yang tidak bisa bayar dan bon dulu.

Kadang juga ada warung aa Burjo yang buka 24 jam, ini benar-benar tertolong sekali bagi mahasiswa yang sukanya ngalong dan bisanya tidur pada sinar matahari muncul. Ketika mereka lapar di jam 3 subuh, mereka yang ngalong bisa makan di warung aa Burjo 24 jam tersebut. Biasanya warung aa Burjo yang buka 24 jam selalu ramai terus, entah mahasiswa yang sekedar ingin ngopi, nonton bola sambil ngopi, sekedar ingin ngopi, nonton bola sambil ngopi, sekedar ingin kopi.

Sebelum mengakhiri, karena saya terbawa suasana dan perut saya mulai bergoyang yang artinya perlu asupan bulir-bulir nasi beserta lauknya nilai plus dari warung aa Burjo adalah ketika mahasiswa sudah langganan, aa penjaga warungnya sampai hafal apa yang sering dipesan oleh kita dan ketika kita datang ke warung aa Burjo, bimsalabim, aa penjaga warung Burjo tersebut tahu apa yang ingin kita pesan dan sudah menyiapkannya dengan cepat.

artikel ini sebelumnya pernah tayang di Sundo ID

Sponsored!

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More