ATRA – Setelah kemarin publik dihebohkan dengan pertemuan antara Prabowo dan Jokowi yang bertemu di stasiun MRT, Jakarta. Banyak praduga tentang arah politik Prabowo, dari praduga akan bergabungnya Prabowo dengan Jokowi hingga praduga tawar menawar yang dilakukan Prabowo dan Jokowi.

Menurut Sekretaris Jendral Partai Gerindra Ahmad Muzani yang mewanti-wanti kepada seluruh anggota dewan pembina Gerindra agar menyerahkan dan mempercayakan seluruh mandat kepada Ketua Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk menentukan sikap politik partainya selama lima tahun ke depan. Yang jelas #KamiOposisi tidak sudi jika harus berkoalisi.

Pernyataan itu Prabowo sampaikan usai Prabowo melakukan rapat bersama seluruh anggota dewan pembina Partai Gerindra di kediaman pribadi Prabowo, di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/7).

Sikap politik itu, kata Muzani, Prabowo akan memiliki wewenang penuh untuk menentukan arah politik apakah ingin bergabung dengan koalisi pemerinrahan Jokowi-Ma’ruf atau tetap berperan sebagai oposisi pemerintah #KamiOposisi

“Secara khusus tidak dibicarakan, tapi itu implisit diomongkan tadi bahwa hal yang sangat strategis, hari ini, kita semua percayakan kepada ketua dewan pembina untuk mengambil langkah-langkah itu [oposisi atau koalisi],” kata Muzani, yang dikutip dari CNN Indonesia.

“AD/ART partai dan ditambah pembahasan tadi sudah menjelaskan bahwa semuanya sudah menjadi kewenangan ketua dewan pembina. Hari ini rapat memberikan penguatan kepada beliau bahwa kita mempercayakan semuanya kepada beliau,” tambahnya.

Lebih lanjut, Muzani menegaskan pertemuan tersebut lebih banyak membahas mengenai upaya konsolidasi Partai Gerindra secara internal. Prabowo, kata dia, memprediksi perjuangan bagi partai kedepannya akan semakin berat, seberat saat tak sengaja bertemu dengan mantan yang sudah punya gebetan lain.

“Situasi itu tetap kita harus kuatkan soliditas di internal kita, kita harus merapatkan barisan, baik anggota legislatif ataupun struktur partai,” kata dia.

Terlepas dari hal itu, Muzani menegaskan bahwa Prabowo memiliki prinsip akan tetap memperjuangkan keadilan dan kemakmuran bagi masyarakat Indonesia, dengan kekuasaan wilayah baru dan sistem pemerintahan baru Prinsip tersebut, kata Muzani, akan selalu diperjuangkan meski nantinya akan bergabung sebagai koalisi pemerintah atau sebagai oposisi.

“Di dalam atau di pemerintahan prinsip itu akan kita pegang, karena menegakkan kemakmuran dan keadilan adalah keluhuran cita-cita perjuangan kita,” kata dia

Meski demikian, Muzani tak mengetahui secara pasti kapan Prabowo akan mendeklarasikan sikap politiknya tersebut. “Oh nanti pada waktunya,” kata dia singkat. Sama halnya ketika melupakan mantan, nanti juga ada waktunya kamu bisa melupakan mantan kamu

Menurut Muzani, dia sendiri sudah menegaskan seluruh kader Partai Gerindra dimana nantinya akan mengikuti apapun keputusan Prabowo terkait sikap politik partai kedepannya. Ia menjamin tak akan terjadi perbedaan pendapat di internal Partai Gerindra terkait sikap politik tersebut.

Kata penutup “Kalau posisi begitu biasanya kalau udah diambil keputusan [sama Prabowo] akan samina wa’ato’na,” kata Muzani.

Kata penutup yang membekas ya, tapi disarankan lebih baik #KamiOposisi yang ogah berkoalisi dengan pemerintah yang jika dikritik selalu sensi. Karena yakin lah bahwa #2024GantiPresiden akan benar-benar terwujud dan benar-benar terjadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here