Penunggu Cermin Rias Tua

0 99

ATRA – Liburan yg panjang memang bisa membiaskan cerita yg menarik bisa menyenangkan atau bahkan sebaliknya, siapa yg mau liburan yg menyenangkan harus berakhir dengan pengalaman pahit. Jujur libur panjang kemarin telah menjadi pengalaman pahit buatku memmbuatku enggan lagi mengunjungi rumah itu untuk seterusnya.

Aku menghentikan mobilku yg akhirnya mengantarkan aku ke sebuah rumah di daerah bandung tengah, daerah yg sepi namun dekat dengan keramaian kota bandung. rumah ini adalah rumah yg dibeli oleh ayahku, tujuannya sih untuk investasiku kelak. Rumah ini dibiarkan kosong bahkan bisa dibilang tidak pernah ditempati, namun barang2 rumah tangga, tempat tidur, meja2 sudah tertata rapih bahkan sebagian lagi adalah barang seni peninggalan keluarga.

Liburan kali ini mungkin jd liburan yg tepat untuk aku bersantai di rumah itu dan ini memang liburan yg aku butuhkan bersantai ditempat yg nyaman sambil mengerjakan tugas akhirku.

Setelah membuat coklat panas malam itu aku beranjak ke kamar atas dan mulai mengerjakan laporan tugas akhirku, suasananya sangat sepi pas sekali dengan keinginanku, saking heningnya aku benar2 merasa sendirian dirumah itu padahal ada mang Agus penjaga rumah ini dilantai bawah dan ketika aku sedang berkonsentrasi dengan tugasku aku merasa terganggu, merasa terganggu dengan cermin rias tua yg tepat berada didepan tempat tidurku, aku berniat untuk  menggeserkan cermin tua itu, karna menurutku itu cermin tua itu lumayan seram, tepat menghadap tempat tidurku.

Akhirnya aku menggesernya, dan tiba2 setelah aku pindahkan cermin itu berhembus angin yg sangat dingin, seketika aku memegang tengkuk ku dan berfikir dari mana ya arah angin ini padahal jendela dan pintunya sudah tertutup rapat. Hah, aku pikir ini mungkin hanya angin biasa namun pemikiranku berubah ketika, ketika selain angin dingin yg berhembus ini aku juga mendengar suara, suara hembusan nafas seseorang tepat dibelakang leherku.

Seketika bulu kudukku berdiri, suara dan angin itu membuatku merinding seluruh badan, seketika aku membalikkan badan untuk memeriksa sekelilingku dan hah, tidak ada siapa2, ya tidak ada siapa2. Karna takut aku segera keluar dan tidur diruangan bawah dan menonton TV.

Esoknya aku mulai menelusuri rumah ini ternyata rumah ini lumayan besar dan aku baru tahu rumah ini mempunyai sebuah ayunan yg sangat indah aku pun duduk diayunan ini dan melihat sekelililing rumah ini, namun ada yg aneh setelah aku piker lagi rumah bagian depan ini nampak menyeramkan karna balkon diatas rumahku ini dibiarkan jelek, kotor dan berjamur dan sepertinya sudah dibiarkan begitu saja sejak lama, sedangan sekelilingnya sudah rapih, aku penasaran kenapa balkon itu dibiarkan rusak seperti itu.

Sponsored!

Aku akhirnya menanyakan mang Agus yg sedang menggunting rumput saat itu, Mang Agus pun tidak banyak komentar hanya saja mang agus bilang jangan terlalu banyak berdiam diri disini, begitu kata mang Agus.

Mang agus kuatir jika aku berlama-lama disini takutnya diganggu pemuda iseng sekitar sini, tapi aku yakin bukan itu masalahnya, tapi di balkon rumah ini.

Setelah mang Agus pamit ke dalam, aku pun masih duduk diatas ayunan  dan melihat ke seliling bangunan dan ke atas rumah itu dan setelah merasa bosan aku pergi lalu tiba2 ada yg melempar batu ke arahku, dan aku berteriak siapa nih yg lembar batu, iseng banget sih. Aku pun menengok kearah luar pagar dan lagi2 ada yg melempar batu, ternyata lemparan batu ini berasal dr arah dalam rumah.

Sepertinya dari arah balkon, aku terus perhatikan arah balkon itu dan sepertinya memang ada orang diatas balkon itu. Dan Astaga, ada, ada sesosok bayangan hitam yg lewat begitu saja di dalam balkon itu, hah itu siapa dan aku pun segera bergegas masuk ke dalam rumah, lalu aku ke atas untuk memastikan siapa disana, tapi ternyata tidak ada siapa2 dibalkon itu, aku mulai berfikir ada yg tidak beres dengan balkon ini.

Aku duduk terdiam memandang balkon ini sampai tiba2 saja aku mendengar suaraku sendiri saat aku memindahkan cermin tua waktu semalam. Hah, aku benar2 kaget dan perlahan aku dekati kamarku dan aku buka pintunya aku melangkah masuk kamarku dan tidak ada siapa2. Hah, aku mencoba mengatur nafasku, tiba2 kembali aku merasakan udara dingin meniup leherku. Dan, dan saat aku berbalik arah .. Aaaaaaaak ..

Tepat, tepat dipintuku berdiri, berdiri sesosok wanita dengan rambut panjang, bergaun hitam dan mukanya hitam seperti terbakar, yg terlihat jelas hanya sorot matanya yg membelalak kepadaku. … Aaaaaaaaak …Teriakanku membuat mang Agus datang dan langsung menenangkanku. Setelah kejadian itu, aku langsung menelpon ayahku dan menceritakan kejadian yg dialami dirumahku ini kepada ayahku dan aku rasa ayah tidak mau jujur.

Setelah itu aku mendesak mang Agus untuk bercerita dan akhirnya mang Agus pun mau bercerita bahwa balkon itu tidak pernah di bongkar atau pun dibersihkan, meski ada renofasi dirumah ini, balkon itu tidak boleh sama sekali disentuh atau diperbaiki. Karna itu adalah syarat agar yg ayahku punya bisa tinggal dan posisi benda dirumah ini pun tidak boleh  dipindahkan dan mang Agus yakin ini bermula ketika aku memindahan posisi cermin itu, dimana menurutnya cermin itu bukan cermin biasa melainkan cermin dari penunggu paling sakti dari rumah ini.

END.

Pengalaman tadi bisa terjadi oleh siapa saja, berhati hatilah kalian dan selalu waspada apabila kamu akan bepergian ditengah malam. Ini bukanlah cerita pertama yg penulis pernah dengar, sebelumnya sudah ada tiga kejadian yg kurang lebih sama persis diceritakan oleh penulis.

Punya pengalaman yg serupa atau mungkin pengalaman bersinggungan dgn mahluk gaib lainnya? kami tunggu cerita seram kamu di ATRA VALAK kirim cerita kamu ke redaksi@atra.me

Sponsored!

Sampai jumpa di tulisan selanjutnya untuk kamu pembaca setia di ATRA. Jangan lupa banyak cerita dari ATRA VALAK yg lebih seram lagi.

Ingat banyak mitos yg berkembang di masyarakat tentang mahluk gaib. Mana yg benar dan mana yg omong kosong, kadang kala tidak dapat dibedakan. Satu pesan penulis berhati-hatilah terhadap suatu tindakan yg akan kamu lakukan dan hargai apapun yg ada disekeliling kamu dan ingat jangan pernah membaca cerita ATRA VALAK sendirian atau kamu akan merasakan kehadirannya di sekitar kamu.

Sponsored!

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More